Planet Community

Freeware Download Planet Community
 
IndeksFAQPendaftaranLogin

Share | 
 

 KPK Selidiki Sendiri, Tidak Bergantung Hasil Pansus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
black_pearl
Admin
Admin


Jumlah posting : 189
Join date : 10.02.10
Lokasi : Surabaya

PostSubyek: KPK Selidiki Sendiri, Tidak Bergantung Hasil Pansus   Sat Feb 27, 2010 2:53 am

JAKARTA - Apa pun hasil akhir dari ker­ja Pansus Hak Angket Century kelak, KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ti­dak akan terpengaruh. Meski, misalnya, ha­sil akhir pansus merekomendasikan pe­manggilan Wapres Boediono dan Men­teri Keuangan Sri Mulyani Indrawa­ti (sebagai sosok yang dianggap paling ber­tanggung jawab dalam skandal Century), KPK tidak otomatis menindaklanjuti.

KPK menegaskan, pendapat akhir pan­sus belum tentu sama dengan hasil pe­nyelidikan KPK. ''KPK melakukan pe­nyelidikan sendiri, tidak bergantung kepada hasil pansus,'' tandas Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean di gedung Mahkamah Agung kemarin (25/2).

''Kalau ada keputusan seperti yang kau bilang tadi (Boediono dan Sri Mulyani bertanggung jawab atas bailout), itu sah-sah saja karena DPR melihatnya dari sisi politik. Kalau KPK, kan melihatnya dari sisi hukum,'' katanya.

Tumpak menegaskan, pendapat akhir fraksi-fraksi di pansus bukan hal yang istimewa. ''Apa yang diperoleh pansus setahu saya kami juga sudah peroleh. Bahkan, kami lebih lengkap. Namanya kami penyelidik, pasti lebih banyak," tuturnya.

Meski demikian, hasil penyelidikan KPK yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan hasil investigasi pansus tidak menjadi jaminan kesimpulan KPK akan sama dengan kesimpulan pansus. ''Belum tentu (hasilnya akan sama). Tidak mesti begitu karena kami melihatnya dari sisi hukum, bukan dari sisi politik,'' tuturnya, menandaskan kembali pernyataan sebelumnya.

KPK hingga kini masih menyelidiki secara menyeluruh untuk menindaklanjuti sembilan te­muan audit BPK tentang kasus Bank Century. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. ''Sejauh mana? Saya belum bisa sampaikan karena penyelidikan masih berjalan,'' katanya.

Menurut dia, KPK hingga kini bahkan belum menemukan unsur kerugian negara dalam kasus bailout Century. Unsur kerugian negara biasanya baru ditemukan bila KPK sudah meningkatkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.

''Belum sampai ke situ (kerugian negara). Kalau mengenai kerugian keuangan negara, itu biasanya ada di tingkat penyidikan. Nanti kita minta bantuan ahli (untuk menghitung kerugian negara) kalau sampai ke situ (penyidikan)," paparnya.

Secara terpisah, Ketua Mahkamah Agung Harifin Andi Tumpa menolak berkomentar tentang usul pemakzulan terhadap Wapres Boediono. Bagi Harifin, Boediono adalah warga negara yang sama kedudukannya di depan hukum. Karena nitu, siapa pun bisa dituntut di depan hukum.

Meski demikian, ketua MA menilai rekomendasi pansus belum menjadi ranah hukum sehingga tidak bisa dikomentari hakim. ''Kecuali kalau nanti ada perkara korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang masuk ke pengadilan,'' katanya.

Tiga fraksi di pansus Selasa lalu (23/2) tegas menyebut nama-nama pihak yang bertanggung jawab dalam penyelamatan Bank Century. Yaitu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Hanura, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lima fraksi yang lain, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat, tidak menyebut nama. Partai Demokrat dan PKB bahkan menilai proses bailout tidak memenuhi unsur melawan hukum karena dilakukan dalam kondisi darurat.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah menyiapkan pidato khu­sus untuk menyikapi hasil Pansus Hak Angket Bank Century DPR. Dia mengatakan, sebagai kepala negara, dia bertanggung jawab terhadap semua yang terjadi di bidang pembangunan dan kehidupan lainnya.

"Saudara-Saudara, dalam waktu dekat saya akan sampaikan pi­dato berkaitan dengan kemelut kasus Bank Century ini. Saya me­rancang untuk berpidato langsung ke rakyat Indonesia. Saya kepala negara, tentu yang

paling bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di negara ini, di bidang pembangunan dan di bidang kehidupan yang lain," kata presiden dalam pengantar rapat kabinet paripurna di Kantor Presi­den, Jakarta, kemarin (25/2).

SBY mengatakan, dia sengaja tidak langsung bereaksi secara langsung terhadap pandangan fraksi-fraksi di parlemen. Presiden mengungkapkan, dirinya memang tidak bisa bereaksi se­tiap hari terhadap isu-isu yang berkembang. "Kalau itu saya lakukan, pastilah yang terjadi gonjang-ganjing dan bisa saja tertarik ke situ, untuk menanggapi isu-isu harian," ujarnya.

Sebelum mengikuti rapat kabinet, Menkeu Sri Mulyani Indrawati kembali mengatakan, dirinya hanya pejabat negara yang mengerjakan tugas berdasar undang-undang. "Kalau sudah melakukan dengan baik, hasilnya baik; kalau ada kesalahan di tempat lain, jangan ditimpakan kepada kami," katanya.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan, proses politik dan hukum memiliki ranah sendiri-sendiri. Menurut Djoko, penyebutan nama dalam rekomendasi pansus sebaiknya tidak dilakukan karena memiliki dampak yang luas. "Seolah-olah, dijustifikasi orang bersalah," kata Djoko.

Menurut Djoko, dinamika politik tidak akan lepas dari kepentingan politik fraksi. "Kalau kita belajar ilmu politik, perjuangan politik adalah perjuangan kepentingan, fraksi dan kelompok. Sehingga warna yang dihasilkan pansus adalah wana politik yang tak bisa lepas dari kepentingan politik," kata mantan panglima TNI itu.

Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar juga menyayangkan penyebutan nama oleh sebagian fraksi di pansus. "Dengan menyebut nama Boediono dan Sri Mulyani, itu bisa menimbulkan fitnah bagi mereka. Bayangkan beban berat luar biasa pada masyarakat, dirinya, keluarganya, dan orang itu menuduh dan belum terbukti. Ini sangat berat," kata Patrialis.

Penyebutan nama oleh pansus, menurut Patrialis, juga melanggar asas praduga tidak bersalah. "Apalagi DPR juga bukan (lembaga) pro-yustisia," kata menteri asal Partai Amanat Nasional itu.

Ultah Boediono

Di bagian lain, Wapres Boediono menerima kado istimewa saat usianya memasuki 67 tahun kemarin. Dia didoakan secara khusus oleh SBY dan seluruh jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Kedua. Seluruh menteri juga mengucapkan selamat dan menyalami mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu.

SBY menyinggung ulang tahun pendampingnya di pemerintahan saat membuka rapat kabinet. ''Sebelum kita mulai sidang hari ini, sebagaimana kita ketahui bahwa wakil presiden, Pak Boed, hari ini berulang tahun yang ke-67. Alhamdulillah,'' ujar Presiden SBY disambut tepuk tangan seluruh peserta rapat. Boediono yang kemarin mengenakan kemeja putih lengan pendek -model baju yang kerap dia kenakan- tersenyum, tak mengucapkan sepatah kata pun.

SBY lantas memimpin doa untuk Boediono. ''Semoga Pak Boed panjang usia, selalu dilindungi oleh Allah SWT. Diberikan tuntunan dan bimbingan untuk menjalani kehidupan yang dirahmati Allah dan menghadapi segala ujian, cobaan, dan tantangan tetap sabar, tetap tegar, dan semoga pula dapat mengatasi dengan baik,'' kata presiden.

Pada usia ke-67, Boediono memang mendapatkan masalah yang cukup besar. Bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dia disebut sebagai sosok yang paling bertanggung jawab dalam dugaan pelanggaran pidana bailout Bank Century. Saat pengambilalihan bank pada 21 November 2008, Boediono menjabat gubernur BI.

SBY berdoa agar Tuhan segera menghadirkan kebenaran dan keadilan. ''Sambil kita berdoa kepada Allah saudara-saudara agar dihadirkan kebenaran dan keadilan yang sejati. Yang benar itu benar, yang salah itu salah. Alfatihah!'' kata SBY, lantas membaca Alquran surat Alfatihah dengan nyaring.

Di Kantor Wapres juga ada se­lamatan sederhana dengan memotong tumpeng. Di situs jeja­ring sosial Twitter, Boediono juga mendapatkan banyak ucapan se­lamat dari para follower-nya. Di akun resmi miliknya itu, Boediono memiliki 36 ribu lebih followers. Di Twitter resminya itu tertulis ucapan terima kasih atas ucapan selamat yang diberi­kan untuknya. ''Terima kasih atas doa dan perhatian teman-teman. Insya Allah, sisa waktu ini saya dedikasikan kepada bangsa.''

sumber: [You must be registered and logged in to see this link.]
Kembali Ke Atas Go down
http://planet.darkbb.com
 
KPK Selidiki Sendiri, Tidak Bergantung Hasil Pansus
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Alon-alon Waton Klakon VS Pali Pali
» Review Hasil Poles motor + wax , Mengerjakan sendiri di hari minggu
» Gimana caranya jdi orang yg serius??
» [Blender] How to Cellshading
» Salah Siapa?

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Planet Community :: PL@NET INFO TERKINI :: Dunia Politik-
Navigasi: